Jelang Olimpiade 2020, Jepang Lobi Pangkalan Militer AS - Bola Bagus

Mobile Menu

Powered by Blogger.

More News

logoblog

Jelang Olimpiade 2020, Jepang Lobi Pangkalan Militer AS

Monday, April 22, 2019
Mengantisipasi membludaknya penumpang pesawat terbang saat perhelatan Olimpiade 2020, pemerintah Jepang dikabarkan tengah menjajaki kerjasama dengan pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di wilayahnya.

  • Foto: Instagram Tokyo 2020

Daya tampung bandara komersil yang ada di Tokyo saat ini diyakini tidak akan cukup. Sementara pemerintah Jepang diketahui belum punya rencana untuk menambah kapasitas atau membangun bandara baru.

Apalagi, jika merujuk laporan Fortune, bulan lalu Tokyo telah merogoh USD25 miliar atau sekitar Rp351 triliun untuk mendanai proyek-proyek modernisasi dan konstruksi yang berkaitan dengan pertandingan, termasuk peningkatan kereta peluru hingga instalasi Wi-Fi besar-besaran.

Pemerintah Jepang dikabarkan telah menjajaki kerjasama dengan Angkatan Udara AS, terkait apakah pesawat sipil dapat menggunakan salah satu lapangan terbang terdekat untuk mengurangi sebagian beban dari dua bandara utama Tokyo.

Asal tahu saja, sejauh ini dua bandara utama yang ada di Tokyo, yakni Narita dan Haneda merupakan bandara tersibuk di dunia. Berdasarkan data statistik 2017 saja, rata-rata bandara Narita menampung 111.318 penumpang per hari, sementara Haneda 233.997 per hari 

Diperkirakan, Tokyo mendapat tambahan sekitar 10 juta pengunjung domestik dan asing selama Olimpiade 2020 berlangsung.

Menanggapi kondisi tersebut, juru bicara Angkatan Udara Amerika Serikat di Jepang Kolonel Angkatan Udara John Hutcheson dilansir Stars and Stripes mengaku tidak keberatan dengan rencana tersebut.

"Setiap komitmen masa depan dari dukungan militer AS khusus untuk Olimpiade dan Paralimpiade akan seimbang terhadap kekhawatiran kesiapan operasional dan kewajiban Aliansi," kata Hutcheson kemarin.

"Pasukan AS, Jepang, senang bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk memastikan keberhasilan Olimpiade dan Paralimpiade 2020," lanjutnya. 

"Ketika kami memiliki waktu yang tepat untuk menganalisis permintaan terperinci ini, kami akan lebih siap untuk menentukan bagaimana kami dapat mendukung mereka," tutup dia.

Jika Washington dan Tokyo sepakat penerbangan sipil dapat menggunakan wilayah udara Yokota selama pertandingan, Mainichi mencatat, penggunaan untuk penerbangan sipil tidak akan mengganggu operasi militer AS yang signifikan di sana. 

Landasan pacu Yokota terbilang cukup besar. Panjangnya 11.000 kaki, dibuat untuk mengakomodasi pesawat angkut terbesar militer AS; sebagai salah satu landasan pacu terpanjang di Jepang. Dengan demikian akan dengan mudah menangani pesawat sipil.